Dalam sebuah kesempatan saya berdiskusi bersama mahasiswa salah satu sekolah tinggi terkemuka di Bali, diskusi yang di awali dengan basa – basi ringan tentang jurusan dan semester berapa mereka saat ini.

Ada yang menarik yang saya tangkap dari diskusi ini, mereka yang saat ini sedang menempuh pendidikan di semester 3 ini memiliki alasan klasik kenapa harus memilih jurusan dan sekolahnya saat ini, jawabannya adalah ajakan teman. Satu lagi menjawab karena disuruh orang tua dan satu lagi sisanya bilang karena sekolahnya saat ini adalah sekolah terkenal. Tidak ada satupun yang menjawab bahwa mereka memilih sekolah karena passion yang lahir dari hati mereka. Ironis!

Hellowww, usia 18 tahun yang seharusnya sudah cukup dewasa untuk menentukan pilihan akan tetapi masih memilih hal yang sangat krusial dalam hidup dengan begitu saja percaya karena ajakan orang lain. Hmmmm.

Saya coba bertanya perihal tujuan akhir, ironisnya lagi mereka kebingungan menjawabnya, artinya sampai semester 3 masih belum berpikir pada tujuan akhir/goal. Bagaimana kita mendesain arah pencapaian apabila tujuan saja kita tidak miliki? Bagaimana kita memetakan skala prioritas dalam kehidupan sehari-hari?

Satu diantara mereka menjawab pertanyaan saya terkait goal, dia bilang setelah lolos S1 dirinya akan melanjutkan ke jenjang S2, setelah itu dia akan memulai sebuah bisnis. Saya coba bertanya lebih jauh, bisnis apa yang ada dalam benaknya saat ini? Dijawabnya dengan kata “belum terpikirkan” hmmmmm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *