it is about what you enjoy the most

Berangkat dari Passion.

Setiap dari kita diberikan oleh Yang Maha Kuasa sebuah hadiah yang begitu luar biasa, hadiah itu disebut dengan “passion”. Ya, semua dari kita ciptaannya, Your Passion is your precious gift from our Creator. Tidak ada satupun manusia yang luput dari berkah luar biasa ini.

Terus apa itu sesungguhnya passion?

Passion adalah tindakan, aktivitas, gerakan dan semua yang kamu lakukan dengan suka cita dan membuatmu bahagia. Apa bedanya dengan pekerjaan? Pekerjaan hanyalah alat yang dipinjamkan. Seperti halnya pisau yang bisa kamu pakai memotong sayur, memotong daging dan sebagainya. Tetapi yang esensi bukan terletak pada alat tersebut tapi bagaimana kegiatan yang kamu lakoni saat menggunakan alat tersebut.

Apakah kamu akan rela menggadaikan hidup berpuluh tahun di sebuah pekerjaan yang tidak membuatmu bertumbuh?

Aktivitas apa yang membuatmu bahagia? What Action make you feel strong?

Passion juga merupakan hal yang terkait dengan “kekaguman” seperti saya begitu terkagum – kagum dengan the Founder of The Body Shop, sang wanita hebat yang bernama Anita Roddict, sosok pengusaha sekaligus seorang philantropis. Sama ketika kamu menggunakan pisau tadi, melihat sosok hebat seperti Chef Juna mungkin adalah impian dan kekagumanmu.

Passion adalah tentang dirimu, tentang kecintaanmu, tentang value yang teramat indah yang kamu yakini, tentang harapan dan tentang keberkahan dalam dirimu. Ya, semua di mulai dari dirimu, dari kecintaanmu. Kenapa musti dari diri sendiri? Karena tidak ada tempat yang lebih indah untuk memulai sesuatu selain dari diri sendiri.

Ketika kamu berangkat kerja, dan ketika dalam benakmu yang ada hanyalah tumpukan kertas atau pekerjaan operasional yang membosankan, dan kamu harus menghabiskan 8 – 12 jam untuk menyelesaikannya. Bayangkan betapa menderitanya diri. Ego, kerasnya hati membuat kepekaan kita hilang. Kita lupa bahwa pekerjaan ini hanyalah sebuah kendaraan. Dan ternyata ketika hati kita terbuka, kepekaan kita terasah dan ketika itu pula kita baru sadar ternyata ada panggilan hati yang lain dan ini awal mula kita menemukan passion kita. Ternyata begitu menyenangkan bertemu dengan banyak orang, betapa menyenangkan ketika setelah memberikan pelayanan yang tulus ada kebahagiaan yang tidak terhingga yang kita rasakan, ada rasa syukur ketika kita bisa mengantarkan tamu kita ke kamar sambal bercerita tentang indahnya perayaan hari raya Nyepi, ada rasa bangga meninggalkan tempat kerja dalam keadaan rapi, ada hati yang selalu bersemi ketika kita berucap selamat pagi, om Swastyastu kepada petugas keamanan di gerbang depan.

Ngembak Geni 2019 – Sanur Beach

DUA HAL YANG BERBEDA

S.O.P, Job Des, pensil dan seluruh peralatan yang kita lihat di meja kantor kita adalah bagian dari pekerjaan. Atasan, rekan kerja, bawahan atau apapun kita menyebutnya semua itu adalah pekerjaan. Pekerjaan hanyalah alat, hanya kendaraan yang akan mengantarkan kita dari satu tempat ke tempat lainnya yang kita mau.

Sedangkan karir adalah “perjalanan” itu sendiri, bagaimana kita melihat bos, atasan, bawahan, teman kerja, S.O.P dan yang lainnya sebagai sebuah proses bertumbuh penuh cinta? Pekerjaan adalah milik perusahaan, bukan milik kita. Kecintaan kita dalam berproses dalam pekerjaan inilah yang menjadi milik kita yang akan melekat seumurhidup pada diri kita.

Seperti layaknya John Lenon dari musisi biasa dengan penuh kecintaan menempa dirinya selama 10 jam semalam setiap hari selama sekian tahun lamanya, kecintaannya membuatnya bertumbuh dengan indah dan penuh cinta, dia menginspirasi dunia.

Apabila kita beranggapan bahwa awal karir adalah jenjang Pendidikan maka akan sangat lucu ketika kita melihat industri perbankan di Indonesia banyak sekali di huni oleh lulusan IPB. Lulusan sastra beralih menjadi director of human resources, lulusan diploma 1 Elizabeth International menjadi director of e-commerce, atau lulusan D2 akuntansi menjadi seorang CEO atau bahkan hanya lulusan S1 menjadi pendiri salah satu Lembaga Pendidikan Perhotelan terbaik di Indonesia di usia 27 tahun dan tercatat di Museum Rekor Indonesia sebagai pendiri kampus perhotelan termuda di Indonesia. Ini tentang passion, tentang harapan dan nilai – nilai yang diyakini.

“apresiasi atas karir, akan memberi ruang bagi kita untuk menjadi diri sendiri yang terbaik” dan ketika perkerjaan kita di drive oleh passion maka disanalah letak transformasi diri untuk menjadi berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Keahlian dari kecintaan itu akan melekat dan bertransformasi menjadi asset yang selalu melindungi kita dalam keadaan apapun.

APA UKURAN KARIRMU?

Ketika kita masuk dalam kelompok yang menjadikan uang sebagai orientasi karir maka sejalan dengan itu ketika uang yang masuk ke rekening kita berkurang atau tidak sesuai dengan harapan kita maka kelompok ini akan beranggapan bahwa karirnya mandeg atau stagnan. Pindah tempat kerja bagi mereka ini sangat ditentukan oleh kenaikan gaji yang mereka terima.

Di satu sisi yang berbeda, banyak juga yang melihat ukuran karir dari sisi kemasan atau atribut. Kemasan disini bisa berarti jabatan, gelar akademis, pangkat atau sejenisnya.

Apakah ada yang salah dengan uang dan atribut? Sama sekali tidak. Semua kembali kepada diri kita. Ketika cermin kita adalah uang dalam karir kita maka yang menjadi titik central kita adalah uang. Tapi kadang ada yang kita lupakan bahwa sering sekali sesuatu yang sangat menyenangkan kita hanya perlu sedikit uang, coba ingat ketika pertama kali kita jatuh cinta atau ketika kita menikmati sinar matahari terbit di pantai Sanur sambal mengayuh sepeda di pagi hari.

Dalam menemukan passion, maka yang terpenting adalah menikmati prosesnya, proses ini tidak mengenal garis finish. Ini sebuah petualangan dan pembelajaran. Mencari dan menemukan passion bisa dengan mencoba makanan baru, mencoba aktivitas baru, dan banyak lagi cara lainnya, intinya adalah miliki antusiasme yang tinggi. Passion bisa dikembangkan dari pekerjaan saat ini, so tidak perlu quit dari pekerjaan. Tapi apabila dipandang perlu ya gak apa juga. Kuncinya ada pada diri sendiri.

Kini saya sangat antusias dengan beberapa aktivitas saya, bersepeda, mengambil setiap moment dengan Leica camera saya atau hanya dengan menggunakan kamera handphone China merek Hwawei mate 20 pro yang kebetulan memakai kamera Leica juga, beli buku, travelling, mencoba makanan baru, antusias dalam menurunkan berat badan yang sebelumnya 105 kg dan kini sudah 92 kg. saya antusias sekali dengan project baru saya di Smart Resort Campus dan perencanaan project property berikutnya di daerah ubud. Saya antusis untuk bangun pagi – pagi untuk mengejar matahari terbit di pantai sanur, dua bulan ini hampir saya tidak pernah absen dengan ritual saya menikmati matahari terbit. Saya antusias dengan komunitas baru saya sesama pencinta sepeda Brompton. Saya antusias dalam menyelesaikan study magister saya, saya sangat tertarik dalam dunia entrepreneurship, start up dan organisasi.

Passion bukan tentang mencari pekerjaan baru, passion adalah proses pengenalan diri karena semuanya ada dalam diri kita sendiri.

Yuk tetap antusis, apapun yang kita hadapi saat ini, sebesar apapun tantangan kita, masalah atau apapun itu, kita yakin bahwa Hyang Maha Berkuasa akan bersama kita.

Semesta seperti Surya yang berstana di taman sanubari. Menyertai kita, menebarkan kerinduan dan memberikan cinta yang berkelimpahan. Dia adalah inspirasi, energi dan cinta yang abadi.

Ya, semesta bak Surya di Taman Sanubari, keindahannya menyelimuti nadi dan memberikan energi di setiap tarikan nafas kita.

Surya di Taman Sanubari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *