Siapakah yang seharusnya memiliki kreativitas?

Dijaman dimana kompetisi tidak lagi dibatasi ruang dan waktu, kreativitas itu menjadi wajib hukumnya bagi yang mau tetap exist berada dalam trek kompetisi tersebut. Terbang tanpa kompetisi seperti apa yang diulas dalam blue ocean strategy saat ini menjadi sesuatu yang membutuhkan effort yang kuat untuk mencapainya, dalam bahasa yang lebih sederhana “sulit mencapainya”. Semuanya berkreativitas, semuanya agresif, semuanya cepat. Ada yang lamban? Ada, tapi dia lambat laun akan tenggelam, sehingga yang tersisa hanya yang kreatif, cepat dan tanggap saja. Yang tersisa itu akan menciptakan kompetisi baru, begitu seterusnya. Dengan demikian kompetisi itu selalu ada. Dalam paradigma positive, kompetisi ini memacu daya kreativitas kita untuk terus bekerja.

Kreativitas sangat identik dengan innovasi, tetapi tidak sedikit dari kita yang menganggap innovasi ini sebagai sesuatu yang di awang – awang. Di sisi lain kreativitas juga sangat sering hanya manis di bibir tetapi berat di tangan, maksudnya banyak yang berbicara tentang kreativitas tetapi malah tidak memahami esensi sederhana dari kreativitas itu sendiri.

Bicara innovasi misalnya, seakan – akan kita musti menemukan sesuatu yang baru dan spektakuler sehingga kita baru layak menyebutnya inovasi. Kita tidak faham bahwa menambahkan fungsi, nilai atau fitur pada sesuatu yang sudah establish juga adalah inovasi.
Tidak sedikit sentuhan – sentuhan sederhana dan bahkan doesn’t cost anything terkadang bahkan sering malah menciptakan dampak signifikan terhadap produk/jasa kita. Kata kuncinya adalah niat dan latihan, tindakan kuncinya adalah eksekusi.

Semua elemen dalam organisasi idealnya adalah orang – orang yang creative dan memiliki keinginan untuk berinovasi, tetapi ketika seorang leader dalam sebuah organisasi memiliki sense of creativity yang hebat maka kita akan diantarkan menuju sebuah jendela, dimana jendela yang ada adalah jendela yang bersih, tidak berdebu, sehingga kita bisa melihat pemandangan diluar sana dengan hiasan pelangi nan indah, hamparan sawah, dan jingga langit sore. Setelah itu kita beranjak menuju ke pintu depan, membukanya dan berjalan keluar, merasakannya, menikmatinya lebih jauh. Udara mungkin dingin, cuaca mungkin kurang bersahabat tetapi kembali, kata kuncinya adalah niat, tindakan kuncinya adalah eksekusi.

Jendela itu adalah paradigma, pintu itu adalah gerbang awal untuk melangkah.

Leader harus memiliki daya kreativitas dan inovasi disamping jiwa kepemimpinan tetapi ia tidak bisa bekerja sendiri, ia perlu team yang memiliki hal yang linier dengan hal tersebut. Bagaimana kalau team yang dimiliki lack of creativity? Jawabannya adalah team itu perlu di reparasi, di service atau diganti spart partnya 😁😁 kidding, just an analogy. Team itu perlu di inspirasi melalui pendekatan-pendekatan inspiratif, manusia dewasa memiliki kepekaan untuk merasakan, dan pastikan bahwa kita membangun kedewasaan didalamnya.

Selamat sore
Tulisan singkat sebelum take off menuju kota gudeg
NS

3 thoughts on “Kreativitas??? Hmmm”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *