Performa Berbasis Ketahanan, Kelincahan dan Digitalisasi.

Industri Pariwisata tengah di uji untuk kesekian kalinya, dari ujian – ujian kecil sampai dengan ujian dalam bentuk hantaman keras seperti yang saat ini kita hadapi, ya hantaman akibat Pandemi Covid-19. Tetapi industri ini adalah industri yang telah lama ada, telah terlatih untuk selalu bangkit dari berbagai hantaman.

Bukan hanya hantaman keras yang berdampak pada sektor perekonomian tetapi juga sebuah pergeseran gaya hidup yang sangat signifikan serta laju perkembangan teknologi dan digitalisasi yang menemukan momentum percepatannya, menghampiri serta memaksa setiap orang, setiap institusi, bisnis dan hampir semua bentuk organisasi yang ada baik siap maupun tidak siap.

Tetapi keyakinan bahwa industri ini selalu dapat pulih tetap ada bahkan tidak sedikit dari kita yang justru menggunakan kondisi ini sebagai momen untuk melakukan perbaikan, evaluasi serta persiapan untuk menghadapi berbagai mega shifting yang akan terjadi. Pergeseran perilaku konsumen, pergeseran tools yang dipakai, pergeseran cara pelayanan dan berbagai shifting yang terjadi dan akan terjadi.

Dalam dunia pendidikan dan training center pariwisata, kondisi ini adalah momentum untuk bergegas melakukan evaluasi terhadap berbagai kondisi yang akan terjadi saat ini dan kedepannya dimana keahlian yang diberikan di lembaga vokasi selama ini bisa jadi tidak lagi menjadi sesuatu yang bisa berdiri sendiri, dibutuhkan inovasi, kreativitas serta untuk memberikan muatan – muatan berupa hard skill serta soft skill lainnya yang tujuannya adalah mempersiapkan lulusan yang siap memasuki berbagai kesempatan di lintas industri.

Benar yang dikatakan oleh David Eipstein dalam bukunya RANGE – “Mengapa Menguasai Beragam Bidang Bisa Membuat Kita Unggul di Dunia yang Mengedepankan Kekhususan Bidang” Dulu saya kurang setuju dengan pendapat ini tetapi semakin kesini saya semakin setuju dengan statement dari David Eipsten ini lebih – lebih ketika Covid-19 melanda dan perkembangan digitalisasi tidak terkendali.

Keahliah utama akan semakin menjadi paripurna ketika disertai keahlian – keahlian lain.

Di Elizabeth International sendiri kondisi ini telah di kondisikan sedemikian rupa, bukan hanya untuk existing student, tetapi seluruh department yang ada telah mempersiapkan sebuah pola studi yang dilengkapi dengan beberapa keahlian tambahan yang nantinya sangat dibutuhkan mahasiswa untuk memasuki industri yang membutuhkan sikap multy tasking dan pemahaman informasi teknologi serta agile terhadap perkembangan digitalisasi untuk mampu memberikan dampak signifikan didalam menciptakan user experience.

Dengan berbagai inovasi dan kreativitas yang dilakukan secara terus menerus ini akhirnya Elizabeth International mampu menciptakan lulusan yang memiliki pemahaman yang lebih holistik terhadap perjalanan karir, lebih mampu melihat berbagai opportunity serta memiliki pandangan positif bahwa tenaga kerja pariwisata harus memperkuat dirinya, harus mampu menciptakan positioning serta mampu menjadi berbeda dengan mengisi komposisi diri dengan meningkatkan pengetahuan, menambah skill serta mempelajari sikap professional sebagai talent yang bergerak di industri hospitality.

Miliki optimisme dan yakin industri ini akan gemilang Kembali, berjuang bersama dan bergerak bersama.

Salam

I Nyoman Sukadana, AM. PAR., SE., MM., CHE. – Founder & CEO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *