Kami adalah pemungut sampah kelas atas. Kami adalah orang – orang bercelemek hijau yang bersedia mencarikan buku Anda yang ketinggalan di salah satu meja kedai kopi kami. Kami adalah orang -orang yang tersenyum kepada Anda setiap pagi., dari belakang meja konter ketika Anda memesan vanilla latte, ice cappuccino, green tea latte blend. Kami adalah para mitra Starbucks (dunia mengenal kami sebagai karyawan)”.

Ferguson_Store_Partners_low_res

itu adalah sepenggal kalimat yang tertulis dalam banyak kutipan tentang talent- talent yang ada dan membangun Starbucks dan yang menjadi inspirasi saya dalam setiap entitas dunia entrepreneurship yang saya geluti. Saya beruntung bisa belajar banyak dari dua sosok hebat yakni Anitta Roddict sang pendiri The Body Shop dan Howard Schultz sang pendiri Starbucks.

Howard-Schultz-Is-High-On-Cryptocurrency-But-Bitcoin-Not-So-Much-678x381

Brand Starbucks bukan lagi sekedar merek dagang saat ini, starbucks sudah menjadi sahabat dan bagian dari gaya hidup keseharian masyarakat kota di seluruh dunia. Sejak tahun 1992 nilai sahamnya meningkat  tajam lebih dari 5000%.

Apa yang membuatnya menjadi begitu dahsyat? Apakah karena bermula dari dasar pondasi finansial yang hebat? Ternyata bukan itu alasan utamanya. Kelihaiannya dalam menciptakan pengalaman kepada customernya secara personal ternyata adalah pondasinya. Kedua, Starbucks mendorong pertumbuhan bisnis, dia cerdas dan sangat hebat membaca pasar, dia pencipta profit dengan kreativitas, innovasi dan customers enggagement yang dalam. Dia motivator hebat yang mampu membuat karyawannya bersemangat dan termotivasi secara utuh. Dia berjuang secara terus menerus untuk tercapainya kesetiaan pelanggan.  Dan… itu ia lakukan dalam waktu yang bersamaan. Yess…. Dalam waktu bersamaan.

Photo: Nick Sells at www.SoShootMeStudio.com
Photo: Nick Sells at www.SoShootMeStudio.com

Starbucks memiliki kehebatan luar biasa menciptakan mitra yang total berorientasi pada proses penciptaan pengalaman yang dalam kepada pelanggannya.

Starbucks percaya bahwa mitra (karyawannya) adalah unik, Starbucks juga percaya bahwa pelanggannya adalah unik. Menjaga keunikan ini bagi dia adalah keharusan, menjaga dan menghormatinya. Starbucks percaya pentingnya merangkul dan memberdayakan komunitas, mendengarkan pekerja dan pelanggan secara individual, peka terhadap peluang-peluang pertumbuhan dalam bisnisnya, dan berusaha untuk menciptakan pengalaman unik kepada siapa saja yang terlibat.

Saya pernah membaca banyak sekali cerita tentang pelanggan dan karyawan Starbucks, yang di saat cerita-cerita itu tersebar dari mulut ke mulut telah mampu membesarkan Starbucks menjadi raja kedai kopi dan bisa dibayangkan cerita-cerita tersebut kini menemukan momentumnya dimana redaksi/konten kini menjadi the most winning formula di era informasi berbasis digital seperti saat ini.

yfqOeUUc-3840-2560

Surprise and Delight adalah salah satu konsep bagaimana Starbucks menanamkan budaya yang dalam di dalam organisasinya, memberikan kejutan-kejutan ringan kepada karyawan dan pelanggannya sangat sering mereka lakukan, misalnya ketika memperingati hari Aids sedunia, tiba-tiba saja mereka memiliki minuman berwarna pink dengan sistem pembelian berbasis donasi,simple dan touching. di lain waktu mudah-mudahan saya bisa menuliskannya lebih banyak.

Salam Hangat
coach nyoman 2
Nyoman Sukadana
CEO Elizabeth International
Branding Enthusiast

“Saya tidur dan bermimpi bahwa hidup penuh dengan kebahagiaan. Saya terbangun dan sadar bahwa hidup penuh dengan pelayanan. Saya bersikap dan yakin, pelayanan adalah kebahagiaan.” -Rabindranath Tagore-

 

2 thoughts on “Insight dari Kedai Kopi Starbucks”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *